Diposkan pada Apologetika

Tanggapan Terhadap Ajakan 1 Jam Berdoa Bagi Indonesia

Dilaporkan dalam majalah online Ebahana bahwa ada ajakan doa bersama di tempat masing-masing selama 1 jam bagi Indonesia (https://ebahana.com/hot-news/serentak-1-jam-berdoa-bagi-indonesia/). Doa bersama ini dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2019 pukul 18.00 WIB. Sesuai dengan unggahan video youtube oleh akun “Turia Nias TV” ajakan doa ini diserukan oleh Pdt. Gilbert Lumoindong dengan klaim bahwa seluruh Gereja telah sepakat akan hal ini (https://www.youtube.com/watch?time_continue=118&v=ZVyJyfuRcvs). Berdoa bagi Indonesia, terlebih dalam suasana memperingati hari Kemerdekaan, adalah hal yang tidak salah dan sangat baik. Namun dua pokok doa pertama dalam ajakan ini menjadi hal yang perlu kita evaluasi. Kedua pokok doa tersebut adalah pertama, Kesatuan Gereja-gereja Tuhan, dan yang kedua, Kesejahteraan & Kemakmuran Indonesia  (Maka tidak ada orang miskin di antaramu, Ulangan 15:4).

Hal yang pertama, tentang kesatuan Gereja-gereja Tuhan di Indonesia, ataupun mungkin di dunia. Hal ini jelas dikatakan oleh Firman Tuhan bahwa tidak akan mungkin dapat diwujudkan jikalau masih banyak Gerejayang mengajarkan doktrin-doktrin yang menurut Firman Tuhan adalah sesat. Gereja yang berjalan sesuai dengan Firman Tuhan tidak akan mungkin dapat bersatu dengan Gereja-gereja yang mengajarkan doktrin-doktrin seperti Teologi Kemakmuran, Keselamatan Tidak Cukup Hanya dengan Percaya, Tumbang oleh Roh, Kuasa dalam Minyak Urapan, Baptisan oleh Roh Kudus, dan lain sebagainya. Ini adalah ajaran-ajaran sesat yang tidak mungkin dapat diterima oleh gereja-gereja yang mau ikut Firman Tuhan.

Doktrin Pemisahan Alkitabiah, adalah doktrin yang diajarkan oleh Firman Tuhan. Melaluinya kita tahu bahwa bukanlah kehendak Tuhan agar gereja-gereja yang beragam warna dan ajarannya ini dapat bersatu. Dengan ini kita pun tidak perlu menyatukan diri dengan mereka dalam berdoa. Kita dapat berdoa kapanpun dan dimanapun, secara pribadi kepada Tuhan. Dengan cara yang benar, tentu Tuhan akan berkenan mendengar doa kita.

Pokok doa yang kedua tentang Kesejahteraan dan Kemakmuran Indonesia. Apa yang salah? Tentu kita harus berdoa untuk kesejahteraan dan kemakmuran bangsa kita tercinta ini. Namun yang salah adalah pengutipan Ulangan 15:4. Ini adalah pengutipan ayat Firman Tuhan di luar konteks dan sembarangan. Ini adalah janji Tuhan bagi bangsa pilihan-Nya, Israel. Lagipula dalam ayat 1-3 disebutkan syarat untuk mendapatkan berkat ini adalah bahwa mereka harus menghapuskan hutang pada akhir tahun ketujuh. Apakah ini mau kita jalankan di Indonesia? Terlepas dari itu, Indonesia bukanlah Israel.

Saudara-saudari yang terkasih, marilah kita berhati-hati. Doa haruslah sesuai dengan Firman Tuhan, tidak boleh sembarangan. Marilah kita berdoa kepada Tuhan sesuai dengan Firman-Nya, bukan malah menentang. Mari kita dalam waktu dan tempat kita masing-masing berdoa bagi bangsa dan negara kita ini sesuai dengan Firman-Nya. Kiranya Tuhan menolong kita semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s